lahirlah

lahirlah !!!

Manajemen Majalah Dinding Sekolah

Majalah dinding sekolah secara sederhana dapat diartikan sebagai salah satu sarana bagi penghuninya (siswa dan/atau guru) untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang tulis-menulis. Isinya bisa berupa berita seputar sekolah, opini tentang suatu masalah yang lagi trend, informasi mengenai perkembangan teknologi, dan lain-lain yang merupakan hasil kreasi pengelolanya. Melalui Mading siswa atau guru dapat mengaktualisasikan dirinya, tentu melalui hasil karya sesuai kebutuhan Mading tersebut.

Mading sebagai sarana komunikasi membutuhkan pengelolaan yang baik, sehingga pesan yang disampaikan bisa mencapai sasaran sebagaimana yang diinginkan pengelolanya. Pengelolaan yang baik itu secara sederhana mencakup dua hal; yakni manajemen organisasi dan manajemen redaksional.

Manajemen Organisasi

Mading sebagai organisasi intra sekolah mutlak memerlukan manajemen yang baik. Manajemen organisasi di sini mencakup bidang usaha dan ketatausahaan (administrasi).

Tugasnya adalah membantu kelancaran penerbitan Mading sesuai periode terbit. Bidang inilah yang mengatur keuangan, administrasi, sponsorship, dan segala tetekbengek yang tidak berhubungan secara teknis dengan keredaksian.

Bagian ini dipimpin oleh seorang Pemimpin Umum, dibantu oleh beberapa bagian/seksi, seperti bagian Administrasi, Keuangan, Sponsorship, dll, sesuai kebutuhan Mading.  Bagian administrasi bertugas membantu kelancaran administrasi, misalnya surat-menyurat dengan pihak luar atau internal sekolah. Bagian keuangan bertugas mengatur sirkulasi keuangan Mading, misalnya terkait dengan biaya cetak foto, transportasi reporter, dll.  Sedangkan bagian sponsorship bertugas mencari pihak sponsor seperti pihak-pihak yang akan beriklan pada Mading.

Manajemen Redaksional

Bagian redaksional merupakan bagian yang mengurus meteri pemberitaan Mading. Bagian ini dipimpin seorang Pemimpin Redaksi yang bertanggungjawab atas pekerjaan yang terkait dengan pencarian dan pelaporan berita. Bagian ini senantiasa disibukkan dengan rapat yang menentukan informasi layak dan tidak layak disiarkan.

Organisasi keredaksian harus diisi oleh orang-orang yang punya pemahaman baik terhadap teknis tulis-menulis.

Strukturnya organisasi redaksi terdiri Pemimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana, Redaktur dan Reporter. Pemimpin redaksi bertanggung jawab penuh atas isi/materi Mading. Redaktur Pelaksana akan mengkoordinir tugas-tugas keredaksian melalu para redaktur.  Redaktur memberi tugas liputan kepada para reporter, setelah itu melakukan editing atas tulisan reporter sekaligus menentuakan layak tidaknya sebuah tulisan untuk disiarkan. Sedangkan reporter bertugas mencari berita di lapangan, baik ditugaskan oleh redaktur maupun atas inisiatif sendiri.

Bagan Organisasi Mading

Dari dua bagian manajemen tersebut di atas dapat digambarkan bagan organisasi Mading sebagai berikut:

Pembina
Pemimpin Umum
Pemimpin Redaksi
Bag. Administrasi
Bag. Keuangan
Bag. Sponsorship
Redaktur Pelaksana
Redaktur
Reporter

Perencanaan Redaksi

Mutu atau kualitas Mading sangat ditentukan oleh isi (berita, gambar, feature, opini, dll) dari Mading itu sendiri. Sehingga sebaiknya isi Mading pun perlu direncanakan secara matang oleh pengelolanya, khususnya Bagian Redaksi.

Perencanaan keredaksian ini dapat dimulai dari perencanaan liputan yang bisa bersumber dari reporter, redaktur, redaktur pelaksana atau bahkan pemimpin redaksi.  Perencanaan tersebut ditentukan dalam sebuah rapat yang disebut rapat redaksi. Dalam rapat bersama tersebut akan terungkap hal-hal seperti:

-     Ide/gagasan liputan

-          Penentuan angle/sudut pandang/topik

-          Pembagian tugas (Siapa jurnalisnya, siapa nara sumbernya, berapa biayanya, perlu foto pendukung atau tidak?, dll)

-          Dead line

Berkaitan dengan peliputan bahan maka beberapa hal yang perlu diketahui:

  • Persiapan Reporter

-          Pemahaman: Masalah, Peraturan Perundang-undangan, Hukum, dll.

-          Peralatan: Tape recorder,  alat tulis menulis (note boke = standar internasional),  kamera, dll.

  • Sumber:

-          Studi Pustaka (Literatur: buku-buku, media massa lain, internet, dll)

-          Pakar, pengamat, Praktisi

-          Pihak terkait (tersangka, pelaku, korban, dll)

-          Sumber anonym

  • Wawancara:

-          Etika wawancara/menemui sumber (memperkenalkan diri = standar normal di lingkungan mana kita berada)

-          Berita harus diperoleh secara etis dan terbuka

-          Wawancara Telepon

Rubrikasi

Mading perlu menentukan jenis-jenis rubrik yang ditampilkan setiap edisi. Rubrik ini sebaiknya bersifat permanent. Umumnya rubrikasi menyangkut:

-          Berita Sekolah

-          IPTEK

-          Surat Pembaca

-          Feature (Misalnya tentang lingkungan)

-          Cerpen

-          Puisi

-          Dll.

Setiap rubrik mempunyai penanggungjawab seorang redaktur dan memiliki reporter di bidangnya.

Jadwal Terbit

Mading mempunyai jadwal terbit atau disebut periode terbit, dapat bersifat, mingguan, dua mingguan atau bulanan. Periodesasi terbit ini harus dilakukan secara konsisten, artinya kalau memilih jadwal terbit mingguan maka setiap minggu (misalnya setiap hari Senin) isi Mading harus berganti dengan materi baru.

Pemilihan jadwal dan periode terbit dilandasi oleh kemampuan pengelola dalam memenuhi besaran halaman yang ada pada Mading.  Ukuran Mading harus disesuaikan dengan jumlah personil pengurus.

Tata Letak (Lay Out)

Penataan Mading atau disebut lay out sangat penting untuk menarik minat pembaca. Boleh jadi isi beritanya biasa-biasa tetapi karena lay out-nya bagus maka orang pun akan tertarik untuk membaca materi yang ditampilkan pada Mading.

Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam lay out Mading:

  1. Bentuk fisik Mading (ukuran dan bahan Mading)
  2. Iklan yang akan dimuat (jumlah, ukuran dan gambarnya)
  3. Berita/pendapat (ukuran panjang)
  4. Gambar (foto, lukisan, karikatur), ukuran dan isinya.
  5. Huruf (jenis dan ukuran yang digunakan)
  6. Line (tebal, tipis, putus-putus, atau titik-titik)
  7. Warna (hitam atau banyak warna)

Unsur-unsur tersebut harus dikombinasikan satu sama lain dalam satu kesatuan Mading sehingga halaman (kolom) tersebut mencerminkan satu kesatuan yang indah.

Selain memperhatikan unsur-unsur tersebut di atas, dalam mendesain Mading perlu memperhatikan beberapa aturan dasar:

  1. Kita perlu tahu bahwa desainer ini ditujukan bagi pembaca. Fokus kita selalu pada pembaca, walaupun kita sendiri punya ide-ide atas dekorasi atau tampilan Mading namun kita selalu bertanya, apakah dengan tampilan demikian pembaca masih mau melihat Mading kita besoknya?
  2. Tampilan kita buat sesederhana mungkin. Dari kesederhanaan kita sodorkan sesuatu yang mudah dimengerti pembaca.
  3. Kita membuat pembaca langsung fokus terhadap sesuatu yang kita tampilkan. Apakah itu berupa berita atau foto, yang dapat dilihat dari segi huruf (tipe, size, warna, dll) dan ukuran besar kecilnya foto.
  4. Tampilan halaman jangan ada sesuatu objek yang bersaing antara satu dengan lainnya.
  5. Mempunyai standarisasi terhadap suatu besar kecilnya kolom. Waspadai kolom yang terlalu lebar. Juga waspadai berita yang terlalu panjang dan juga terlalu pendek.
  6. Pilihan warna untuk membantu desainer.
  7. Harus punya standar jarak antara judul dan isi berita, antara berita dengan berita, dan antara berita dengan iklan.
  8. Konsisten terhadap judul yang center atau rata kiri dari halaman ke halaman dan dari edisi ke edisi.
  9. Jangan paksakan huruf-huruf yang harus termuat, utamanya untuk judul yang kata-katanya terlalu panjang sehingga harus merapatkannya atau menariknya menjadi panjang untuk judul yang terlalu pendek.
  10. Antara logo (bener) dengan headline usahakan jangan bersaing antara satu dengan lainnya.
  11. Foto harus mempunyai tingkatan dari segi ukuran yang ditampilkan pada setiap halaman. Kredit foto harus ditulis secara konsisten pada setiap halaman dan setiap edisi.

Evaluasi

Setiap Mading selesai diterbitkan, maka segenap pengelola harus segera melakukan evaluasi. Dalam evaluasi itu akan dilihat apa-apa yang kurang dalam tampilan kali ini sehingga menjadi bahan perbaiki untuk edisi selanjutnya.

Pengelola Mading juga wajib memperhatikan saran dan kritik dari pembaca, sebagai bahan evaluasi.

About these ads